GWK (Garuda Wisnu Kencana)

Rate this post

GWK (Garuda Wisnu Kencana)

Pulau Bali terkenal dengan berbagai keunikan dan keindahannya baik di lihat dari sejarah, tradisi, adat budaya, kesenian dan panorama alamnya. GWK (Garuda Wisnu Kencana) merupakan salah satu tujuan utama untuk berbagai pertunjukan kesenian, pameran dan konferensi ataupun kunjungan santai bahkan kunjungan spiritual serta berbagai layanan tata boga. Patung Garuda Wisnu Kencana atau disingkat dengan sebutan (GWK) terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Jika pembangunannya selesai, patung ini bisa menandingi Patung Liberty di Amerika.

Patung yang berdiri dikawasan seluas 250 hektar ini dibuat oleh pematung Bali, I Nyoman Nuarta. Patung Dewa Wisnu terbesar ini berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut. Jika pembangunannya selesai, patung ini dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot.

Taman budaya Garuda Wisnu Kencana berloaksi di daerah perbukitan batu kapur dan cadas, tepatnya atas bukit Pecatu Nusa Dua, Kabupaten Badung. Area ini dulu aslinya adalah bukit batu yang miring dan terjal lalu di ubah menjadi kawasan yang indah dan menakjubkan dengan arsitektur yang menawan. Pelaksanaan pengerjaannya dengan cara Bukit dipotong-potong menjadi pilar-pilar raksasa seperti bangunan di mesir tapi tetap dengan nuansa Bali. Gapura Batu – beberapa buah pilar batu cadas alami setinggi 25 meter yang berdiri kokoh yang akan ditatah dengan berbagai ornamen yang diambil dari kisah dramatis Ramayana yang menjadi sumber inspirasi seni pertunjukan Bali. Pahatan ukiran latar belakang relief bercorak seni pahat pewayangan (Kayon atau Gunungan) yang sangat khas Bali dan Jawa

Patung Garuda Wisnu Kencana merupakan Simbol Hindu yang melambangkan kekuatan utama pemelihara alam semesta yang mendominasi kawasan ini. Dengan wujud patung berukuran raksasa terbuat dari kuningan dan tembaga dengan ketinggian mencapai 22 meter, menjadikan figur ini sebagai perwujudan modern sebuah kebudayaan dan tradisi kuno. Patung Dewa Wisnu yang sedang menunggangi burung Garuda ini merupakan monumental yang tidak akan ditemukan dibelahan dunia lain selain di Pulau Bali.

Leave a Reply